Siapakah tokoh pergerakan skala internasional favorit anda? Kali ini saya akan menshare tentang seorang tokoh yang telah mencuri perhatian saya. Malcolm X, lahir 19 Mei 1925 dari pasangan Earl Little dan Louse Norton Little di sebuah kota kecil Omaha, Nebraska, Amerika Serikat. Posturnya tinggi tegap, senyumnya menawan serta pandangan matanya tajam dan selalu tampak rapi. Beliau merupakan seorang pejuang yang memperjuangkan harkat dan martabat orang kulit hitam. Dikala semua orang diam membisu, beliau berani angkat bicara memperjuangkan hak-hak kulit hitam. Pidatonya mampu menggerakkan ribuan orang untuk bersatu dalam satu wadah perjuangan. Para penentangnya mengatakan bahwa beliau mengajarkan rasialisme, supremasi kulit hitam, dan kekerasan. Ketika membaca biografinya saya setengah setuju dengan pendapat tersebut. Tetapi hal itu hanyalah bagian dari hidup beliau yang semasa kecilnya mengalami banyak trauma karena diskriminasi orang kulit putih terhadap orang kulit hitam. Hal itu menumbuhkan sikap kebencian yang melatarbelakangi perjuangan beliau.
Ketika dibebaskan dari penjara setelah mencoba mencuri, beliau bergabung dengan sebuah organisasi Islam garis keras NOI (Nation of Islam). Paham organisasi tersebut mengatakan bahwa orag kulit hitam lebih unggul dari pada orang kulit putih dan menganggap kulit putih sebagai setan. Dalam waktu singkat beliau menjadi orang yang sangat berpengaruh di organisasi tersebut dan dipercaya oleh Elijah Muhammad (Pemimpin NOI tertinggi) untuk memimpin salah satu cabang NOI. Ketenaran beliau membuat kekhawatiran bagi beberapa pihak. Seiring berjalannya waktu, beliau mulai tidak menyukai cara-cara NOI dalam memperjuangkan hak-hak kulit hitam. Juga karena perilaku dari ketua NOI sendiri yang menyimpang dari ajaran Islam. Hal itu membuat beliau memutuskan keluar dari NOI dan berkelana keliling beberapa negara. Sekembalinya ke AS, Malcolm X atau yang dikenal dengan nama lain El-Hajj Malik El-Shabazz resmi keluar dari NOI. Beliau sering menjadi pembicara di depan banyak kalangan serta menjadi pembicara yang paling banyak dicari.
Karena pengaruhnya yang begitu besar, membuat NOI sangat benci terhadap beliau. Mulai dari intimidasi, diskriminasi, teror, sampai ancaman pembunuhan mampir pada keluarga serta beliau sendiri. Hingga mencapai puncaknya pada tanggal 21 Februari 1965, saat beliau bersiap berbicara pada sebuah acara Organisasi Persatuan Afro-Amerika di Audobon Ballroom, Manhattan, seseorang membuat keributan. Ketika para pengawalnya mencoba menenangkan dengan menghampiri orang tersebut, seorang yang lain maju dan memberondongkan tembakan kepada Malcol X. Tidak cukup sampai di situ, bahkan setelah beliau jatuh tersungkur dua orang lainnya juga maju dan menembakkan senjata mereka. Dari hasil otopsi, Malcolm X mengalami 21 luka tembakdi dadanya, bahu kiri, dan lengan dan kaki, sepuluh peluru tertanam di dada kirinya dan bahu dari ledakan senapan awal. Diketahui kemudian bahwa para penembak merupakan anggota NOI. Meskipun telah tertangkap dan diinterogasi, mereka tidak mengaku ataupun merasa bersalah atas tindakan mereka.
Malcolm X telah digambarkan sebagai salah satu orang Afrika Amerika terbesar dan paling berpengaruh sepanjang sejarah.
Dia dikenang karena meningkatkan harga diri dan martabat orang kulit
hitam Amerika dan menghubungkan kembali mereka dengan warisan Afrika
mereka. Dia juga menyebabkan penyebaran Islam di antara masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat.
Orang-orang Afrika-Amerika, terutama mereka yang tinggal di kota-kota
di bagian utara dan barat Amerika Serikat, merasa bahwa Malcolm X jauh
lebih baik menyuarakan keluhan mereka mengenai ketimpangan sosial
daripada gerakan hak-hak sipil.
sumber : wikipedia.org
